Serunya Arung Jeram Sungai Cisadane Bogor



Empat jeram yang akan dilewati nantinya adalah Jeram Blender, Jeram Kerinduan, Jeram Kuda Liar, dan Jeram Dam atau Bendungan. Sopiandi bercerita, nama-nama jeram diberi berdasarkan karakteristiknya. Misal Jeram Blender, peserta arung jeram akan merasakan sensasi diputar laiknya di dalam blender.
"Dulu berputarnya terasa sekali. Mungkin kalau sekarang karena faktor alam, banjir, dan batu bergeser. Dulu lebih seram lagi."
Sementara, Jeram kedua diberi nama Jeram Kerinduan. Karena dulu, kata Sopiandi, setiap perahu yang lewat di jeram tersebut akan terbalik.
"Mungkin karena keenakan jadi terbalik, jadi malah rindu," jawab Sopiandi setengah bercanda.
Jeram ketiga, diberi nama Jeram Kuda Liar. Itu terjadi karena tingkat kemiringan di jeram kerap membuat pemandu arung jeram yang biasa duduk di belakang perahu, terlempar secara tiba-tiba ke bagian depan perahu.
"Karena tingkat kemiringannya, pemandu jadi sering jatuh dan terlempar. Seperti naik kuda liar."
Sementara jeram terakhir adalah jeram dam dengan tingkat kemiringan yang sangat ekstrim.
Satu kali melakukan arung jeram, peserta akan menyisir sungai selama kurang lebih satu sampai dua jam.
"Kalau start 11 km, mulai dari desa Muara. Untuk yang 7 km, mulai dari Caringin. Keduanya finish di Ciherang Pondok," tambah Sopiandi.
Lalu, apa saja sih yang bisa Anda nikmati? Selain sensasi menguji adrenalin, Anda juga dapat menikmati berbagai macam pemandangan, hutan di tengah kota, termasuk jika beruntung, melihat kereta Bogor-Sukabumi yang sesekali melintas di atas sungai.
Padahal kata Sopiandi, kegiatan wisata yang sudah ada sejak 1998 ini telah menyerap ratusan tenaga kerja lokal mulai dari pemandu, tim penyelamat, hingga sewa jasa mobil pick up untuk membawa wisatawan dan usaha penjualan kelapa muda.
 
Jeram Dam Balandongan / Bendungan di Finish Point Sungai Cisadane



Postingan populer dari blog ini

Sarana dan Prasarana Basecamp Kami

Aspek Keselamatan Arung Jeram

Adventure – Paket Arung Jeram Cisadane